Dosa Apa??
Dosa Apa?
Menurut saya, sangat sombong bila pertanyaan ini kerap muncul tiap manusia diberi cobaan. Seakan kita selalu hidup sesuai dengan jalan Allah. Sadarlah, bila kita diberi cobaan, pasti banyak hikmah yang bisa kita ambil manfaatnya. Yakinlah, bawa tiap cobaan itu bisa membuat kita menjadi lebih baik. Yaitu bagi kita yang dapat mengambil hikmah dari tiap cobaan tersebut.
Memang saya sadar, banyak sekali orang yang tidak mau mengaitkan antara musibah yang terjadi dengan apa yang telah kita lakukan. Mereka bilang “musibah ya musibah, tidak ada kaitannya dengan dosa dan pahala”..atau “banjir mah banjir aja, ga ada kaitannyaa sama sering atau tidaknya kita shalat”..dan masih banyak lagi argumen orang mereka di luar sana.
Tapi, dalam pandangan saya, musibah2 yang datang tersebut mungkin juga tidak bisa dilepaskan dari dosa2 yang diperbuat manusia2nya. Jangan terlalu naif-lah, kita harus akui itu. Musibah tersebut -seharusnya- bisa jadi bahan pemebalajaran untuk kita, agar bisa menjadi lebih baik. Tapi jangan salah diartikan, bukan berarti orang yang tertimpa musibah2 tersebut adalah orang yang -penuh- dosa. Mereka korban dari dosa2 para pelaku sebenarnya.
Ambil contoh, kasus jembatan mahakam kemarin, itu pasti kelalaian dari manusia. Entah pada tahap persiapan, tahap eksekusi, maupun pada tahap pemeliharaannya.
Contoh lain, bencana banjir yang kerap datang ketika musim hujan. Cmon guys, masa kita mau tiap tahun nyalahin hujan!? Bukan maunya alam kan untuk ditebang pohonnya secara sembrono dan serakah. Bukan pula keinginan tanah agar diatasnya lebih banyak diisi oleh semen+beton yg menjadi mall dibandingkan rindangnya pohon2 lindung yg bisa jadi paru2 kota.
Lalu Apa Hikmahnya?
Nah, untuk bisa mengambil hikmah dan manfaat dari semua kejadian, kuncinya adalah ikhlas dan bersyukur. Ikhlas lah untuk merelakan apa2 yg memang bukan milik kita. Dan bersyukurlah jika kita masih diberi kesempatan untuk terus menjalani hidup ini. Berikan manfaat sebanyak banyaknya untuk lingkungan kita. Karena sebenarnya tiap kejadian itu tidak akan pernah ada yang sia-sia. Saya percaya itu. Kita, manusia, harus bisa menjadi lebih baik.
Dipenatnya kondisi kantor yang labil ini..
Hufftt..
Setiap berada di dekatmu, saya selalu berpikir mengapa kamu tak pernah menoleh tiap kali kita bertemu.