Menjawab Dalam Hati (bagian 1)
Ya..menjawab dalam hati. Semakin dewasa, semakin sering saya melakukannya. Terlalu banyak pertanyaan dari lingkungan sekitar saya yang lebih bijak jika saya jawab dalam hati saja. Inilah pilihan yang saya buat untuk menghindari konflik dengan sekitar. Karena bagaimana pun, orang bijak berkata “1000 temen itu sedikit, 1 musuh itu terlalu banyak..” hehehe..lucu juga sih. Tapi memang begitulah kenyataannya sekarang, saya lebih memilih menjawab dalam hati untuk banyak sekali urusan2 atau pertanyaan2 yang timbul di lingkungan sekitar. Tapi kalau hanya saya simpan dalam hati, takut saya lupa akan hal ini. Atau takut kawan/kerabat saya menyangka saya orang yang acuh, dan mungkin sebagian mereka akan menganggap saya orang yang bodoh.
Apapun opini dari mereka, biarlah mereka yang tahu. Toh saya tetap akan menuliskan semua “jawaban dalam hati” saya di tulisan ini.
Agar mereka -kawan, kerabat dan saudara” bisa tahu apa alasan atau dasar pemikiran yang saya punya untuk semua tindak-tanduk saya dalam kehidupan *berasa penulis berita. Baik, mari kita mulai sesi tanya jawabnya.
Menjawab Dalam Hati (bagian 1)
ada yang bertanya : “Tuhan itu ada ga sih? Buktinya kalau Tuhan itu ada, apa?”
jawab hati saya : “kawan, lihatlah sekitarmu. Lihat tubuhmu, bagaimana sempurnanya semua fungsi anggota tubuhmu. Atau kamu bisa perhatikan bagaimana sempurnanya semua gerak benda2 di langit. Apa itu bergerak dengan sendirinya? Atau benda tersebut serta merta hadir dan bergerak sesukanya? Pada siapa benda2 tersebut Patuh? Itulah Tuhan, bung..
Kalau kalian menjawab “itulah ilmu pengetahuan, itulah SCIENCE..” aku akan berkata “Tidak kawan, science itu adalah salah satu dari usaha manusia untuk menjelaskan hukum2 dan ketentuan Tuhan yang kita rasakan..usaha kita untuk lebih mengenal Tuhan.”
ada yang berkomentar : “Islam itu aneh, kok laki2nya malah dianjurkan poligami..” tulis seorang di Timeline Twitter.
jawab hati saya : “lah..ini orang yang ga ngerti hukum islam, mencoba mengomentari hal-hal yang dasarnya pun dia tidak tahu. Poligami di dalam Islam itu sejatinya tidak semudah yang kalian lihat praktiknya di dunia ini, kawan. Dan kalaupun ada orang yang mengerti dan berpoligami, pasti butuh kesiapan yang luar biasa besar. Memang, sebagian besar faktanya di dunia ini, khususnya di Indonesia, tidak terlihat sebagaimana mestinya. Orang bijak berkata “apa yang kita tanam, maka itu yang kita petik hasilnya nanti”, ya..sesungguhnya jika para lelaki itu tahu beratnya menjadi seorang imam, maka akan berpikir ratusan bahkan jutaan kali untuk berpoligami. Karena kelak, istri dan anak2 kita itu akan menjadi saksi -bahkan lawan- kita di akhirat. Mereka bisa meringankan jalan kita ke surga, atau malah menyeret kita ke neraka.
Ingat kawan, pengetahuan TUHAN meliputi segalanya. Tidak akan ada yang luput dari keadilan-NYA.”
beberapa orang bertanya-tanya : “serius lo!? lo pro hukum syariah? Jaman sekarang, hukum kayak gitu ga aplikatif banget! Hidup jaman sekarang tuh ga melulu bisa diatur sama agama! coba liat ormas2 itu..kerjaannya ngerusak mulu!”
jawab hati saya : “hehehehehe..saya cuma bisa tersenyum mendengar komentar2 seperti ini. Kawan, yang saya imani, islam itu rahmat untuk seluruh alam. Jikalau ada perusakan atas nama Islam, omong kosong mereka semua! itu bukan islamnya yang cacat, tapi individunya yang perlu dipertanyakan kualitas islamnya. Bukan saya bermaksud menghakimi ke-imanan seseorang, tapi sesungguhnya itulah yang terjadi. Di dunia ini, jikalau ada kasus yang bisa disangkut/dikaitkan dengan nama islam, niscahya gaung beritanya akan besar. Bukan karena pelaku tersebut orang islam, lantas kalian semua berhak memberikan justifikasi buruk tersebut, kan!?
Contoh, ada seorang koruptor lulusan Universitas terkemuka di Indonesia, apa boleh kita berkata universitas tersebut mendidik untuk jadi koruptor?
Aplikasi Hukum Syariah
Soal aplikatif atau tidaknya hukum syariah, tergantung penempatannya dong. Simpelnya gini, kalau kita lempar bola ke atas maka bola tersebut akan jatuh ke bawah. Itu kejadiannya kalau di bumi kan? kalau di bulan!? Ya..ga akan berlaku kejadian yang sama kayak gitu.
Jadi, semua itu tergantung tempatnya. Maka, saya sering heran melihat komentar orang2 yang tidak mengerti syariah islam, tapi berkomentar -mengatasnamakan hak asasi manusia- seolah paling paham bagaimana cara mengatur hidup manusia. Gini deh, misalnya pelaku yang terbukti berzina akan dikenakan hukum cambuk. Nah, kalau ga berzina, ngapain takut toh? Simpel. Pelaku yang terbukti mencuri, jika memang diharuskan, maka potong tangannya. Simpel kan? Ada yang keberatan atas nama HAM? Saat dia mencuri, saat dia membunuh, apa pelaku memikirkan Hak dari si korban?
Kawan, hati dan perasaan saja tidak akan sanggup membawa kedamaian untuk alam.
Aturan Berlaku Pada Tempatnya
Jikalau kita punya rumah maka kita mau setiap tamu yang berkunjung, harus menaati semua ketentuan yang berlaku di rumah kita kan? Memang, setiap orang bebas bertamu, siapapun boleh berkunjung. Tetapi, ketika sang tamu ada di dalam rumah kita maka mereka harus ikut aturan kita sebagai yang punya rumah. Jika tidak, maka kita bisa meminta -bahkan memaksa- mereka untuk keluar dari rumah kita. Contoh, kalau datang ke rumah A, orang berbaju kuning tidak boleh masuk. Maka jangan sekali-kali orang berbaju kuning masuk ke rumah A, jika tidak ingin ditolak atau diusir si A. “kok ga boleh sih?” pasti pertanyaan seperti ini kerap timbul. “di rumah B, berbaju kuning boleh masuk kok..” Ya sudah, jika kalian ingin berbaju kuning, main dan datanglah ke rumah B. So Simple kan!?
Sesungguhnya, semua yang ada di sekitar kita ini adalah jawaban dari semua yang ada dalam pikiran kita, jika kita benar-benar berpikir.
Di mendungnya suasana langit BSD..
Nice gan!
Ini tipe tulisan yg baruuu aja mau gua tulis diblog gua. Tapi klo ngeliat tanggal penulisannya kok sebelum kita ngobrol seru kemarin ya? Is it a coinsidence? I dont think so
hehehe..udah lama sebenernya gua mau nulis kayak gini. Terlalu banyak jawaban yang mau gua keluarin untuk merespon semua pertanyaan dr lingkungan. Tapi ya gitu, kalo kita ga dalam level pemikiran yang sama, takutnya malah jadi konflik. hehehe